Kamis, 10 September 2015

Siapa Jodohku????part_1

Kekasih yang terindah dan yang terbaik adalah kekasih pilihan Tuhan kita. Lalu bagaimana kita bisa tahu, kekasih yang akan mendampingi hidup kita kelak adalah benar-benar kekasih yang Tuhan pilih untuk hidup bersama kita. Hanya ada satu jawaban, yaitu “Keyakinan”.  Dengan keyakinan yang benar - benar yakin 100% akan Maha Kuasanya Tuhan kita, maka secara otomatis setiap kegiatan, tindakan serta keputusan yang kita ambil didasari dengan keyakinan yang teguh pada Sang Maha Kuasa. Lalu, bagaimana menumbuhkan keyakinan pada jiwa yang bersarang di dalam hati kita??? Hal tersebut juga hanya ada satu jawaban, yaitu “Belajar”. Belajar bagaimana kita mengenal Sang Maha Kuasa. Karena ketika kita sudah mengenalkan diri dengan sungguh-sungguh hanya mengharapkan keridha’annya, dan saat Sang Maha Kuasa sudah kenal siapa kita maka bukan tidak mungkin segala yang kita inginkan bisa dikabulkan dan terwujud.

Utarakan permohonan kita kepada Sang Maha Kuasa, tentunya melalui do’a - do’a kita kepadanya. Biarkanlah malam – malam panjangmu menghangatkan hati insan manusia yang masih sendiri. Tentunya, malam yang  diiringi dengan ribuan permohonanmu yang diucapkan melalui lisan, serta kepalamu yang selalu tersungkur dengan serendah-rendahnya memohon ampunanya. Sehingga pada akhirnya, kamu bisa mendapatkan kemesraan terindah bersama Sang Maha Kuasa. Dan setelah itulah, kita akan mendapatkan kekasih terindah Pilihan Sang Maha paling mengerti hati kita.

Rabu, 09 September 2015

Biarkanlah dia terbang bebas

Biarkanlah, cita - cita kita melejit dengan bebas. Jangan pernah kita halang-halangi dia untuk mencapai puncak tertingginya, meskipun terkadang dalam perjalanannya sering tersakiti dan terlukai oleh kerasnya angin di angkasa yang menerpanya.
Serta biarkanlah, hanya Tuhan kita dan kita lah yang menentukan masa depan kita.

Senin, 07 September 2015

Kemanakah kita Curhat

Seiring perkembangan teknologi yang semakin cepat, hebat dan menakjubkan seharusnya juga bisa menciptakan mental kepribadian individu yang tegar, yang lebih kuat dari seribu kali lapisan baja. Bukanlah mental, pribadi yang mudah galau, mudah terlena dengan cinta, dan segara permasalahan bahkan kenikmatan di hamparan bumi yang terbentang luas ini.
Teknologi yang sekarang ini, memunculkan berbagai wahana dunia maya media sosial yang  bisa meningkatkan tali silaturahmi diantara umat manusia. Namun, sekarang banyak sekali insan manusia yang menggunakannya sebagai ajang untuk curhat, kegalauannya.
Sahabat . . . Sampai kapanpun, jadi apapun dunia ini, jadi apapun pribadi, apapun kondisinya diri ini, seharusnya hanya kepada Tuhan kita lah kita mencurhatkan segala isi hati kita. Bukan kepada media sosial, karena sampai kapanpun medsos tidak akan bisa menjawab.tapi, Tuhan kita lah yang bisa selalu setia mendengarkan dan menjawab setiap curhatan yang kita sampaikan. Cara menjawabnya, tentu dengan cara cara Tuhan menjawab do'a do'a hambanya.

Sabtu, 29 Agustus 2015

Maavkan Putramu ibu

Libur kuliah adalah Moment yang dinanti nantikan oleh sebagian besar mahasiswa yang sedang aktif menjalani perkuliahan, begitu juga denganku. Apalagi,bagi mahasiswa yang  rumahnya sangat jauh dari kampus sebut saja mahasiswa perantauan. Tentu, moment liburan takkan disia siakan untuk melepas rindu bersama keluarga, sahabat, bahkan orang terkasih, setelah sekian lama tak bertemu dan bercanda hingga tertawa bersama.
Hahh.... Memang akan sangat berarti dan sangat indah suatu ikatan,entah itu ikatan kasih, kekeluargaan, dan persahabatan setelah semuanya berpisah.. Tangan, kaki, tubuh serta pikiran yang dlu bersusah payah bersama untuk mencari rezeky yang halal. Air mata yang menangis bersama, disetiap malam bersamamu ketika sujudku kepada-NYA. Lisan yang tak pernah lelah, tak pernah bosan, untuk memberikan nasihat - nasihat terindah demi kebaikan sang Anak. Serta lisan yang tak kenal waktu, untuk selalu mendo'akan  Anak - Anaknya kepada Sang Maha Pencita agar kelak anaknya bisa menjadi khalifah yang berguna untuk keluarganya dan negerinya serta seluruh ummat manusia di muka bumi ini.
Ibu,.. melaluli rangkain kata yang tulus dari dalam hati ini.
Putramu ini memohon maav yang se ikhlas-ikhlasnya, maafkan aku jika saat libur menjalani pendidikan dan aku pulang kerumah. Namun, jarang sekali aku bersamamu, untuk membantumu "matun,nyiram pepohonan" di sawah, membantumu memasak dirumah,dan membantu segala kerepotanmu dirumah. Jangankan membantu pekerjaanmu, untuk curhat dari hati ke hati saja tidak pernah!!!!! justru lebih banyak waktu luangku ku gunakan untuk bersenang-senang bersama teman teman lamaku, banyak waktu luangku ku gunakan bersama laptop dan tugas - tugas yang kubawa kerumah.
Ibu, Maavkan putramu juga. Saat pulang, harusnya kabar gembiralah yang ku bawakan untuk mu. Bukan sebuah kabar, yang membuat hatimu panik, khawatir dan sedih.
Apabila butiran butiran huruf dengan penuh kerendahan hati serta permohonan maav ini tak sampai kepadamu melalui tulisan ini atau lisanku. Aku hanya bisa memohon kepada Sang Pemberi Nikmat, hapuskanlah segala perasaan kekhawatiran dan kesedihan seorang Ibu kepada anaknya, gantikanlah dengan prasangka yang baik yang membuat jiwa seorang ibu menjadi senang.
Ibu. .. Engkau adalah insan yang luar biasa bagi para putra-putrimu. Buktinya, "seberapapun jumlah sang anaknya, yang namanya sang ibu meskipun hanya satu pasti bisa merawatn anak-anakya". Berbeda dengan sang anak,"sbanyak apapun sang anak, belum tentu bisa merawat 1 ibu".
Ibu, mudah-mudahan kita dipertemukan lagi... Dengan kondisi lebih baik dari hari kemarin.
Trimakasih atas segala kasih, yang telah engkau berikan pada jiwa ini.

Kamis, 30 Juli 2015

Percaya dan Yakinlah dengan do'a do'a yang kita panjatkan. . . .

Sahabat muslim 77...
Janganlah sombong akan do'a do'a kita pada Rabb kita. Maksudnya sombong disini adalah, keraguan kalau do'a do'a kita bisa di kabulkan. Dan Karena keraguan itulah yang, yang menjadikan do'a do'a kita tidak dikabulkan.
Sahabat. . .
Yakin lah akan kebesaran Allah SWT, percaya dan yakinlah bahwa Allah SWT insallah akan mendengar dan mengabulkan do'a do'a kita. Serta yakin lah pada kemampuan dirimu sendiri, karena itu adalah salah satu Anugerah dari Allah SWT yang diberikan kepada setiap insan manusia yang hidup di dunia ini.
Memang tidak mudah, untuk meyakinkan hati dan pikiran agar senantiasa selalu berpikir positif tanpa adanya keraguan terhadap hasil yg akan diraih. Yang perlu di ingat adalah, kita tidak perlu mengkhawatirkan segala sesuatu yang sudah menjadi urusan Allah SWT. Biarlah kita berfokus memikirkan tindakan terbaik yang harus kita lakukan, masalah hasilnya biarlah Allah SWT yang Maha Pencipta yang mengaturnya.

Minggu, 26 Juli 2015

calon umi..

Duhai calon umi untuk ana-anak kita kelak...
Aku pun juga tau, kini engkau sedang memantaskan diri untuk menjadi seorang ibu yang baik untuk anak-anak kita kelak. Aku pun juga tahu, mungkin kini engkau sedang memfokuskan diri pada pendidikanmu atau pekerjaan mu demi menggapai masa depan yang diinginkan serta mungkin  supaya tidak hanya bergantung kepada imammu kelak. Aku pun juga tahu, saat ini kamu sudah memikirkan cara mendidik yang terbaik untuk buah hati kita kelak. Namun,... sejujurnya segala hal yang aku tahu tentang engkau hanyalah sebuah keyakinan yang berada di dalam hati yang diselimuti oleh lapisan keimanan hanyalah kedapa-Nya. Entah engkau adalah seorang Guru, Pembisnis, Polisi, pedagang, pramugari atau wanita karir lainnya atau bahkan sekalipun engkau hanyalah wanita biasa yang tak berkerja. Aku yakin, engkau adalah seorang umi yang penurut mengikuti bimbinganku dalam imamku sebagai keluarga serta umi yang akan setia kepada ku dan sabar dikala suka maupun duka bersamaku. Meskipun sesungguhnya aku belum mengetahui siapa engkau sebenarnya,  biarlah aku mengetahuimu dan mengenalmu ketika kita memang sudah waktunya, biarlah segala yang kau punya dan yang ku punya di persembahakan tepat pada waktunya dan untuk orang yang tepat pula. Biarlah ikatan yang halal yang akan  mempersatukan kita, guna mengarungi hamparan bumi yang terbentang sangat luas. Hingga pada akhirnya kita akan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan  warrohmah.
masa depan memang adalah sebuah misteri, dan misteri itulah yang harus kita perjuangkan....



By : J.P.

@purwanto77.blogspot.com

Calon Imamku...

Duhai calon imamku kelak...
Aku tahu saat ini kamu sedang fokus memperbaiki diri dan memantaskan hatimu...Begitupun aku saat ini sama sepertimu. Aku tahu saat ini kita sedang menjaga jarak. Biarlah kita menjauh seperti ini,  namun  kita dekat dalam do’a. Aku juga tahu saat ini kita sedang menjaga jarak. Biarlah kita menjauh seperti ini, namun kita dekat dalam do’a. Aku juga tahu saat ini kamu sedang fokus mencari rezeki-Nya agar kamu bisa segera menghalalkanku... Aku pun tahu tekadmu sangat kuat untuk segera menghalalkanku... Namun Ketahuilah, bukan seberapa besar ataupun seberapa banyak lamaran yang kau bawakan untukku. Bukan pula seberapa besar mahar yang kau berikan untukku... tapi,..Seberapa taat engkau taat kepada-Nya..Seberapa besar engkau menyayangi ibu dan bapakmu. Seberapa besar rasa cinta dan kasihmu untukku karena-Nya.. Seberapa berani engkau menerima kekuranganku... Seberapa yakin engkau terhadap diriku. Dan Seberapa sabar dan ikhlas engkau mendampingiku dan menuntunku untuk selalu berada dijalan-Nya...
Jika Nanti diri ini membuat kesalahan tegur, tuntun, dan bimbinglah dengan cara yang baik. Karena aku ingin bersamamu bukan hanya di dunia yang indah ini, Namun aku juga ingin bersama di Syurga-Nya... Kita akan membangun rumah Syurga. Syurga yang kita dambakan. Yang kuat walau sekalipun diterpa badai dan ombak. Yang tidak akan berakhir karena panahnya di dunia. Yang akan tetap bersama di Syurga-Nya kelak..
Duhai calon imamku, InsyaAllah... Biarlah kita seperti ini, seperti tidak mengenal namun tahu. Biarlah seperti ini, berkomunikasi lewat do’a. Biarlah kita seperti ini, fokus memperbaiki diri dan memantaskan hati. Jika sudah tepat waktunya, kita pasti akan bersatu dalam ikatan halal... Ingatlah Janji Allah pasti J

By : A.R

@tausiyahku