Permasalahan terbesar kehidupan sebenarnya ada dalam diri setiap insan manusia. Tinggal bagaimana, kita mengolahnya saja, mana yang harus dipikirkan serta mana pula yang seharusnya tidak perlu dipikirkan. Dan yang memutuskan serta mengklasifikasikan segala sesuatu yang terjadi sebagai masalah atau tidak, ya diri kita sendiri. Bukankah benar seperti itu.
Namun, ada juga satu hal yang menjadi masalah dan memang semuanya tergantung pada bagaimana jiwa ini mengolahnya, yaitu ego. Entah itu ego pada diri sendiri, kelompok, dll.
Salah satu hal yang saya tidak sukai adalah ketika kita merasa bisa untuk melakukan segala sesuatu secara sendiri, merasa paling benar pendapatnya sehingga susah untuk menerima masukan dan nasihat dari orang lain. Ya Allah ya Tuhan kami, seandainya kami boleh memohon. Kami mohon jangan berikan kami kecerdasan yang justru akan membuat kami berbangga diri dan ingkar, jangan berikan kami jabatan yang justru akan menjerumuskan kami ke jurang kehancuran, serta jangan berikan kami insan akhwat yang justru akan menjauhkan kami dari Mu ya Rabb, tapi berikanlah segala kasih Sayang Mu kepada kami sebagai Rahmat yang berkah untuk kami y Rabb.
Jadikanlah tunas - tunas muda ini seperti pohon padi, yang smakin banyak isinya maka akan semakin merunduk dan rendah hati.
blog ini membagikan seputar Ilmu Pengetahuan, Teknologi Informasi, Budaya, Wawasan dan Pengalaman Hidup
Sabtu, 10 Oktober 2015
Belajar mengolah jiwa
Jumat, 09 Oktober 2015
Ujian di balik Menasehati
yang membuat saya kagum yaitu, pada akhir untaian katanya yang indah dan penuh makna, yang mana memang bersumber dari pengalaman orang lain dan pengalaman pribadinya. Dia mengatakan "Tidak usahlah takut akan ujian yang Tuhan berikan kepada kita, karena dengan cara itulah Tuhan akan mengangkat derajat kita ke level yang lebih baik."
Minggu, 13 September 2015
Siapa Jodohku?_part3
siapa jodohku?_Part2
Kamis, 10 September 2015
Siapa Jodohku????part_1
Rabu, 09 September 2015
Biarkanlah dia terbang bebas
Biarkanlah, cita - cita kita melejit dengan bebas. Jangan pernah kita halang-halangi dia untuk mencapai puncak tertingginya, meskipun terkadang dalam perjalanannya sering tersakiti dan terlukai oleh kerasnya angin di angkasa yang menerpanya.
Serta biarkanlah, hanya Tuhan kita dan kita lah yang menentukan masa depan kita.
Senin, 07 September 2015
Kemanakah kita Curhat
Seiring perkembangan teknologi yang semakin cepat, hebat dan menakjubkan seharusnya juga bisa menciptakan mental kepribadian individu yang tegar, yang lebih kuat dari seribu kali lapisan baja. Bukanlah mental, pribadi yang mudah galau, mudah terlena dengan cinta, dan segara permasalahan bahkan kenikmatan di hamparan bumi yang terbentang luas ini.
Teknologi yang sekarang ini, memunculkan berbagai wahana dunia maya media sosial yang bisa meningkatkan tali silaturahmi diantara umat manusia. Namun, sekarang banyak sekali insan manusia yang menggunakannya sebagai ajang untuk curhat, kegalauannya.
Sahabat . . . Sampai kapanpun, jadi apapun dunia ini, jadi apapun pribadi, apapun kondisinya diri ini, seharusnya hanya kepada Tuhan kita lah kita mencurhatkan segala isi hati kita. Bukan kepada media sosial, karena sampai kapanpun medsos tidak akan bisa menjawab.tapi, Tuhan kita lah yang bisa selalu setia mendengarkan dan menjawab setiap curhatan yang kita sampaikan. Cara menjawabnya, tentu dengan cara cara Tuhan menjawab do'a do'a hambanya.