Sering kali, kita terlalu larut pada masalah yang sedang kita hadapi. Sehingga,sampai sampai... kita lupa tuk mensyukuri berbagai nikmat Tuhan YME kepada kita, yang tak terhitung jumlahnya.
Jangankan nikmat senang, nikmat susah yang Tuhan YME berikan kepada kita saja, kita lupa mensyukuri nya. Kita sering kali, memandang dari sisi negatifnya saja. Padahal, sesungguhnya nikmat susah adalah nikmat yang sangat patut kita syukuri, karena dari situlah kita di ingatkan tentang siapa kita, apa tujuan kita hidup di alam bumi yang terbentang sangat luas, serta mengapa kita diciptakan.
"kehidupan ini sesunguhnya penuh nikmat, tentu bagi mereka yang memahami arti kehidupan ini"
Malam yang tenang ini, mudah-mudahan Tuhan kita Allah SWT meridhai ribuan impian-impian kita serta mudah-mudahan meridhai segala aktifitas kita di pagi hari ini hingga malam yang tenang menyelimuti kita kembali ✨
blog ini membagikan seputar Ilmu Pengetahuan, Teknologi Informasi, Budaya, Wawasan dan Pengalaman Hidup
Selasa, 24 November 2015
do'a di malam yang tenang
Rabu, 18 November 2015
Rindu_ayah part 3
Aku ingat betul, saat itu ketika kakaku yang terakhir meminta uang untuk biaya kuliah tapi ayah tak memberinya uang. Padahal kakaku tersebut kuliah dengan biaya nya sendiri, namun pada saat itu dia rezekinya sedang susah sehingga meminta kepada ayah. Waktu itu, aku baru berusia 15 tahun dan masih kelas 1 SMP.
Saat ini ku sadar, ternyata yang dulu ayahku lakukan itu memang yang terbaik untuk kakaku dan aku. Kenapa aku juga????
Hyaa, jadi kakaku tidak diberi uang supaya dia tetap berusaha dalam membangun kemandiriannya. Disamping itu, dia juga sedang menabung untuk biaya pendidikanku di masa depan.
Gaji ayah, tidak lah besar. Namun, beliau sangat cerdas dalam mengatur ke uangan nya.
Ayah... Aku tahu, engkau menaruh harapan kepada anakmu yg terakhir ini supaya kelak bisa jadi anak yang berguna untuk ummat banyak.
Trimakasih, atas ribuan do'a yang kau panjatkan kepada Yang Maha Kuasa untuk anakmu ini, trimakasih atas ribuan keprihatinan/kerja keras yang engkau lakukan, serta trimakasih atas nilai-nilai kehidupan yang engkau ajarkan.
Ayah
Sering aku merindukan, nasihat-nasihatmu kepada jiwa yang lemah ini.
Minggu, 15 November 2015
Rindu ayah_part 2
Ayah. . .
Aku masih ingat betul salah kata kata mu ketika engkau bertengkar dengan ibu, bahwa
"Hidupku ini sekarang yang terus sakit-sakitan dan usia ku yang tak muda lagi, aku masih semangat karena satu hal. Aku hanya ingin melihat anaku yang terakhir ini sampai seberapa jauh dan tinggi dia menjalani atau menuntut pendidikan." by ayah
Rindu ayah_part 1
Ayah..
Terimakasih, karena engkau telah mengajarkan hingga mewarisi sifat dan karakter yang baik, pantang menyerah, dan rendah hati pada diri ini. Memang benar, karakter/sifat dari seorang anak tidak jauh dari apa yang dipunyai sang ayah.
Aku masih ingat betul seorang ayah yang sudah usia lanjut, tapi karena beliau terbiasa bekerja dahulu waktu mudanya maka saat usianya yang sudah tak muda lagi beliaupun masih semangat mengerjakan segala kerjaan yang bisa beliau kerjakan.
Aku rindu untuk membantu engkau ketika bekerja ayah. .
Selasa, 03 November 2015
rasa Syukur Ku
seandainya saat ini kamu masih kuliah,bahkan kuliahmu gratis lagi atau istilahnya kamu dapat beasiswa. Namun....
Jika saat ini kamu masih meresahkan dan membenci dengan banyaknya tugas yang dosen berikan kepada kamu.
Lalu bagaimana, dengan mereka yang ingin sekali kuliah namun belum kunjung bisa kuliah.
Jika saat ini kamu mengkhawatirkan Ujian yang akan diberikan dosen besok adalah soal yang sulit dan anda tidak bisa mengerjakannya.
Lalu bagaimana, dengan mereka yang ingin sekali kuliah namun belum kunjung bisa kuliah.
Jika saat ini kamu mendapatkan nilai jelek yang berturut - turut, kemudian kamu mengkhawatirkan kalau kamu di DO dari Kampusmu karena nilaimu yang jelek.
Lalu bagaimana, dengan mereka yang sudah daftar kuliah dimana-mana dan selalu mendapat hasil yang kurang beruntung.
Jika makan anda sudah dijamin, tempat tinggal anda sudah dijamin, kuliah gratis bahkan dapat uang saku setiap hari. Namun untuk bersedekah saja masih jarang, shalat di masjid saja masih jarang, shalat tepat waktu saja masih sulit, bahkan untuk peduli kepada lingkungan sekitar terutama warga yang kurang mampu saja anda masih enggan.
Lalu bagaimana jika kamu sudah lulus, dan kamu diberi rezeki yang lebih berlimpah oleh Tuhan mu.......
Rabu, 21 Oktober 2015
Kasih sayang nenek
Hari ini kebetulan saya ada acara keluar kampus yaitu memfotokopi bahan mata kuliah. Dalam perjalan di angkot saya bertemu dengan seorang nenek-nenek dan anak kecil, dimana anak kecil itu adalah cucunya. Dalam hati, saya beranggapan mungkin nenek beserta cucunya itu mau pergi berbelanja atau bersenang-senang, dan mungkin mereka juga penduduk asli sini. Namun, setelah saya tanya dan ngobrol panjang bersama nenek tersebut. Ternyata nenek tersebut hendak ke SD cucunya untuk mengambil SKHU cucunya yg sudah hampir 3 tahun tak kunjung keluar, anak tersebut sekarang sudah kelas 3 SMP dan akan ujian oleh karena itu membutuhkan SKHU SD nya sebagai salah satu syarat. Nenek tersebut rela jauh-jauh dari purwokerto ke bogor hanya untuk mengurusi pendidikan cucunya.
Dari cerita ini, ada hikmah yg bisa kita ambil.
Bahwa, sayangilah kakek nenek kita dan anggaplah mereka seperti orang tua kandung kita. Sehingga, kasih sayang yang kita keluarkan bukanlah formalitas belaka tapi kasih yg tumbuh dari lubuk hati seorang cucu
Senin, 19 Oktober 2015
Kisah 2 Orang Polisi
Yang kedua namanya, Wahyu Irma Damayanti, dia rekan seangkatanku juga di SMA, dan kebetulan juga dulu saya, irma dan Triharyono satu organisasi di OSIS SMAN Sumpiuh. Dahulu, waktu SMA yang namanya irma ini punya penyakit yang mengakibatkan kepalanya sering sakit, hidungya sering mimisan bahkan dia juga sering sekali pingsan jika sakit dikepalanya sudah tak kuat dipanggulnya. ketika pelajaran di kelas, sering sekali dia izin ke toilet dan ketika izin ke toiletpun waktunya tidak sebentar, namun cukup lama. Tahu nggak anda, kenapa lama??? jadi setiap dia ke toilet itu karena membuang darah yang ngalir dari hidungnya atau menahan rasa sakit pada kepalanya, karena jika nahan sakitnya di kelas mungkin nggak enak sama temen-temenya, bahkan dia pernah pingsan di kamar mandi mungkin karena sakitnya itu. Namun ini bukan sakit meningitis, karena beda dengan meningitis. Seingat saya itu adalah pembengkakan pada pembuluh darah di otaknya. Setelah lulus, dia mungkin nggak diterima di SNMPTN dan SBMPTN Perguruan Tinggi Negeri dan itu sama halnya dengan saya, akhirnya kita mencoba mencari dan mendaftar sekolah kedinasan, dulu kita sempat daftar bareng ke jogja untuk STMKG namun akhirnya setelah seleksi kita tidak diterima disana, kemudian kita daftar STSN disinilah kita mulai berbeda jalan, setelah seleksi selesai yang dinyatakan diterima kebetulan saya, sementara dia tidak. Saat itu, kondisinya masih sakit-sakitan seperti yang saya ceritakan di atas. Selepas itu saya sudah tidak pernah berhubungan atau berkomunikasi lagi dengannya, 1 tahun kemudian saya mendapat kabar tentangnya, menurut anda kabar tentang penyakitnya ataukah kabar yang lain tentangnya?????? kabarnya adalah bahwa dia telah diterima di kepolisian. "dalam benak saya merenung... ketika mendengar hal tersebut, karena mungkin kalo melihat kondisinya 1 tahun yang lalu, ini sangatlah tidak wajar. Tapi ini lah kuasa Allah SWT"
Selamat dan Sukses kawan SMA ku yang kini telah menjadi Penegak Kebaikan de Negeri Pertiwi ini.